100
you're reading...
About Me, Info, olahraga jari

SEPATUKU REM SEPEDAH KU, PENYELAMAT HIDUPKU


“Penuh percaya diri dengan penampilan yang dekil dan bau keringat berjalan dengan sepatu yang sempit hingga di injak bagian belakangnya walaupun sepatu yang digunakannya itu terlihat bolong oleh teman-temannya dari belakang, dan dengan sepedah putihnya dia tiba di SMK Negeri 2 Bandung”

Ah masih terbayang kisah anak itu waktu Sekolah dulu, terutama dengan ciri khasnya dari penggunaan sepatu. Sangat berbeda dengan Pak Dahlan Iskan yang baru memakai sepatu sejak beliau duduk di bangku Aliyah, dari SD Dia menggunakan Sepatu seperti anak Sekolah Dasar lainnya, hanya berbeda pada mereknya saja, dari kisah Dia semasa SD, saya masih ingat saat Dia masuk sekolah pertama kali di Bandung Dia dan Kakaknya yang di temani ibunya membeli Sepatu Di Pasar Sukajadi Bandung dan uang itu di dapatkan dari celengan mereka berdua, dan yang tidak terbayang oleh saya adalah wajah mereka yang membeli sepatu itu dengan uang recehan, dan saya kurang begitu ingat dengan kisah lain selain sepatu itu.

Waktu jaman SMP dia biasa di panggil Babut, Di SMP Dia memakai sepatu yang warnanya bukan hitam yang dimana diwajibkan untuk memakai warna hitam, sedangkan Dia memakai warna sepatu biru tua tapi gelap, dan tidak pernah kena razia oleh gurunya, sepatu itu pernah di gantung di pohon belimbing oleh guru BP yang gara-garanya Dia main tendang-tendang sama teman yang lain dan sepatu tersebut terlepas ke depan Ibu Guru BP yang sedang melintas, dan bodohnya sudah tahu longgar malah Dia tidak menalikan sepatu tersebut, dia hanya menjawab dengan simpel “ah malas dan kalo di tali sampe ketat kaki ku sakit dan kaos kaki gampang bau”  sambil cengengesan, saya tahu alasan sebenarnya mengapa Dia tidak megikat erat sepatu itu, mungkin benar karena sakit dan lebih lagi nanti kakinya lecet karena Dia pulang pergi jalan kaki dari Cimahi ke Bandung yang bisa di tempuh dengan jalan kaki kira-kira sampai 1 jam, Dia sekolah Di SLTP Kartika III-2 Bandung, Dia jarang dikasih uang ongkos oleh Orang Tuanya apa lagi kala dia SMP itu keluarganya di hantam musibah yang yang membuat Dia harus memilih tinggal antara Ayah atau Ibunya dan Ibunya menyuruhnya tinggal bersama ayahnya, dan allhamdulillaah saya mendengar kabar bahwa Ayah dan Ibunya tidak jadi bercerai hanya saja Ayahnya tidak muncul lagi sampe beberapa tahun hilang setelah itu, bagai di telan bumi dan meninggalkan 2 adiknya yang masih berumur 2 tahun dan yang satu lagi masih di dalam kandungan ibunya yang lahir dengan keadaan Prematur. Kini usia si adiknya yang paling kecil itu sudah 7 tahun.

Lucu juga mengenang masa SMP anak itu, Dia datang dengan sepatu yang keadaan sepatu itu kotor atasnya dan bawahnya yang hitam dengan tanah, karena Dia berangkat melalui pesawahan, untuk menyiasati hal tersebut Dia berjalan sambil menggesekan sepatunya agar tidak terlalu banyak tanah yang menempel pada sepatu itu, bahkan bila ada kayu dia congkel tanah yang menempel pada telapak sepatunya itu. Babut memiliki banyak teman dan Dia mendapatkan pinjaman sepatu dari temannya mereknya kalau tidak salah All Star, sepatu itu bagus bila terlihat dari atas karena warna hitam dan semi kulit, namun bolong pada bagian bawahnya dan karena temannya ini sangat kreatif maka di tamballah sepatu tersebut agar tidak bocor saat hujan dan kepanasan saat terik matahari naik, kiri dan kanan  lagi yang bolong, yang  Dia gunakan dari kelas 3 SMP sampe Dia SMK. Dan ternyata sepatu yang Dia penjem itu hasil curian, hehehe pantas saja temannya mau memberikan pinjaman sampe bertahun-tahun ya dasar, jadi ceritanya temannya ini pindah kostan bersama ibunya ke daerah Sarijadi Bandung dan tinggal di lantai atas ketika temannya ini lagi melamun di depan pagar tralis yang membatasi kostan tersebut, dan kadang di gunakan untuk jemuran baju dan sebagainya, temannya melihat ada sepatu di rumah sebelah yang selama Ia pindah rumah itu tertutup dari pagar jadi tidak bisa dilihat dari depan namun terlihat dari atas, dan nampaknya bagus banget, temannya pun mencari alat bagaimana mengambilnya, ternyata temannya itu mengambil dengan tali untuk bermain layang-layang  lalu mengikat batu sebagai pemberat alhasil dapat juga itu sepatu.

Kocak juga mendengar kisah di atas tapi jika berbicara masalah curi mencuri Babut pun pernah mencuri sepatu bermerek dan mereknya pun sama dengan yang temannya curi itu, di sebuah kostan di kawasan Ciwaruga Bandung yang kala itu Dia pulang sekolah jalan kaki seperti biasa. Dia biasa pulang melawati kostan itu dan selalu saja sepi, Babutpun sering melihat sepatu itu tergeletak di situ entah mengapa hari itu, padahal Dia lewat begitu saja dan kembali lagi ke belakang untuk melihat ke sekitar apakah ada orang yang melihat atau tidak sambil meyakini diri lalu Dia lanjut lagi jalan dan berulang sampai Tiga kali dan barulah di ambil sepatu itu olehnya, dan di masukkan langsung ke dalam tasnya. Anehnya sepatu tersebut rusak tidak lama hanya bertahan seminggu, itulah jika hasil curian “maafkan ulahnya Ya Allah”.

Sedikit cerita saja waktu SMP otaknya Babut mulai jalan berhubung Dia jarang di kasih uang bahkan semingu sekali mungkin hanya Rp 1.000 dan itu pada Tahun 2002 yang di mana teman-temanya memiliki bekal bisa dari Rp 5000 bahkan lebih. Dia mau menjadi suruhan teman-temannya yang malas ke kantin karena harus mengantri dan berebut dengan teman atau kakak kelas yang lain, dan apa lagi jarak kelasnya lumayan jauh untuk ke kantin, dan dari situ dia bisa dapat uang karena teman-teman yang menitip makanan kepada Dia memberi upah Rp 250 dan sehari bisa 4 sampai 5 orang yang menitip kepada Dia dan digunakan untuk jajan juga olehnya bukan untuk ongkos pulang, alasannya sih karena Dia juga ingin makan bersama-sama dengan teman-teman yang lain, dan saat naik ke kelas 2 SMP mata pencahariannya pun hilang di karenakan teman-temannya yang malas ke kantin itu beda kelas, dan kelas Dia yang baru adalah kelas yang paling dekat dengan kantin, begitupun saat kelas 3 SMP.

Dari masa SMP hingga SMK Kelas 2 Dia memiliki 3 pasang sepatu  jika tidak salah, Oh bukan melainkan 4, ditambah sepatu yang di berikan teman sebangkunya  di SMK dan bukan hasil curian ya kalau yang ini, karena kebetulan temannya yang satu ini dari keluarga berada,  namun sayangnya sepatu tersebut hanya bertahan sebulan karena sepatu itu besar dan longgar karena berbeda jauh ukuran kakinya, ukuran kaki temannya itu 42 dan Dia 39 jauh sekalikan bedanya, sepatu tersebut suka di pake untuk bermain sepak bola atau baseket olehnya ketika sepulang sekolah.

Tiga sepatunya yang lain, terutama sepatu bekas Kakaknya jarang digunakan karena itu sepatu waktu SMP dan sangat sempit, yang dua lagi juga sempit namun masih digunakan olehnya  karena diakalin olehnya diinjak bagian belakangnya oleh tumit dan inilah yang menjadi ciri khasnya di sekolah, dia menggunakan kaos kaki yang warnanya rame dengan sepatu yang di injak belakangnya tapi tidak menjadi trendsetter ya, yang ini pun pemberian dari temannya, saya sedikit lupa orangnya, Dan sepatu itu rata-rata sobek  pada bagian pinggirnya, dan satu lagi sepatu yang masih dipake olehnya adalah sepatu yang Dia dapat dari temannya waktu SMP yang hasil curian itu.

Oh ya di SMK dia di panggil Purba entah apa penyebabnya apakah gara-gara  penampilannya  yang unik dan pulang pergi sekolah dengan menggunakan sepedah atau jalan kaki seperti biasa, apa bila sepedah tersebut rusak bila jalan kaki jarak yang di tempuh 2 jam kalau menggunakan sepedah bisa 1 jam bahkan kurang, karena rumahnya di Cimahi dan Sekolahnya di Bandung di belakang Gedung Sate nama sekolahnya SMK NEGERI 2 BANDUNG, mamahnya pun sudah meminta maaf dan berkata “kalo mau berhenti sekolah berhenti saja nak tidak apa-apa ko, dan mamah minta maaf tidak  bisa membantu banyak”  Dia hanya bilang simple “ya sudah mah saya sekolah saja dulu kalo masalah itu sih gampang” , dan ibunya pada saat mengatakan itu sambil  meneteskan air mata. Dasar anak ini membuat masalah seakan-akan ringan, padahal biaya SMPnya saja tidak di bayar selama 2 tahun dari Dia kelas Dua sampe kelas Tiga, waktu kelas satu SMP Dia dapat Beasiswa beberapa bulan karena kebetulan Dia cukup berprestasi, oh ya sewaktu SD Dia malah sering dapat Beasiswa dan pada saat pengumuman Kelulusan Sekolah Dasar Dia adalah anak yang memiliki NEM terbesar dari 1 sekolah SDnya dan Rangking ke 1. Tidak ada masalah ketika di situ, yang masalah adalah ketika Dia SMP dan ijasahnya di tahan karena 2 tahun menunggak dan terbayar ketika Dia kelas 3 SMK yang dimana pihak SMK memintanya memberikan Ijasah SMP asli agar memenuhi syarat untuk Mengikuti Ujian Nasional, uang itu didapatkannya karena ada kiriman dari kakaknya yang berada di Irian Jaya.

Sedikit informasi lagi  Ijasah SMKnya masih di tahan sampe sekarang karena Dia nunggak selama Tiga Tahun dan setiap Ujian sekolah Dia pasti setor muka ke bagian Tata Usaha karena masalah bayar iuran Sekolah kapan mau di bayar. Teman-temannya bilang “keren kamu bisa seperti itu dan tebal banget yah tuh muka” sambil bercanda, dan Dia hanya bilang seperti biasa dengan simple “masalah uang sekolah bukan urusanku, itu urusan orang tua, urusan ku seperti ini sekolah seperti biasa” padahal yang saya tahu dia sekolah kerjaannya cuman tidur karena pulang sekolah dia kerja di sebuah bengkel, kadang bermain bola atau ikut ekstrakurikuler dulu, karena Dia di bidang pelajaran ketika SMK prestasinya menurun karena sudah negenal kenakalan remaja, ya seperti meminum minuman keras, tapi dia aktif di ekstrakurikuler seperti Seni Bela Diri Tarung Deradjat, Animasi dan Kabaret. Dan selalsai kegiatan itu barulah Dia pulang dan bekerja samapai malam kadang dia tidur jam 1 dan itu paling awal  dan berangkat sekolah jam 5 pagi atau jam 6 pagi, dia sering sekali terlambat bila jalan kaki dan tentunya masuk kelas ketika pelajaran lain berganti, Inilah yang membuatnya sering tidur di kelas, Masih terbayang waktu itu dan ini adalah kejadian yang tidak akan di lupakan oleh satu ruangan itu, kala itu ketika pelajaran Fisika dan tempat duduknya itu paling depan dan bila guru melihatnya pasti langsung bertatap pandang mata ketemu mata, tapi anehnya Dia lagi tidur di depan dan sang guru tidak sadar akan itu, setelah selang waktu baru sang guru yang lagi menjelaskan sadar “ko anak ini menunduk terus” di dekatilah Dia dan di dorong keningnya dan ternyata Dia lagi tidur dan pecah langsung oleh tawa ruangan satu kelas tersebut.

Kita balik lagi, semenjak Masuk SMK Dia di pinjamkan sepedah oleh Kakaknya yang biasa di gunakan untuk berjualan tahu, namun sepedah tersebut tidak di gunakan lagi karena kakanya sudah tidak berjualan tahu lagi melainkan dapet kerjaan baru dan dapat Inventaris Motor, tapi sepedah itu tidak ada Remnya dan apa yang terjadi Dia gunakan Sepatunya untuk menjadi Rem, sepedah itu sering rusak dan gawatnya lagi sepedah itu suka belok sendiri dank arena sudah selek Gula-Gulanya, kalau di belokkan ke kiri malah tidak belok, kalo belok ke kanan sedikit beloknya lansung parah dan tidak bisa di belokkan ke kiri, akibat itu dia pernah menabrak orang dan mobil yang sedang parkir, nah setelah sepedah itu jarang di pakai Dia pun meminkam uang Kepada kakaknya yang di Irian Jaya untuk membeli sepedah, Dia membeli sepedah dari temannya dengan harga Rp. 275.000 tipe sepedah BMX gitu tapi mereknya beda, dan anehnya setiap Dia memiliki Sepedah pasti saja remnya blong dan otomatis sepatunya menjadi korba untuk mengerem, dan sepedah itu hilang karena di curi orang, padahal sepedah itu barang kesayangannya apa bila Dia sedang sakit demam atau sedang gundah pasti Dia keluar rumah untuk bersepedah hingga berkeringat enah itu di waktu malam walaupun ada kerjaan di bengkel dan tentunya sepatu harus di pakai sebagi Rem. Kadang bila tidak bersepedah lututnya itu terasa bergematar ingin bergerak.

Kelas 2 SMK Diapun mendapat sepatu pinjaman dari teman Kakaknya ini bertambah 1 lagi sepatunya, dan sempit pula karena telunjuk jari kakinya itu harus bengkok ketika di dalam sepatu dan kuku kelingking kakinya belah sampe sekarang dan kuku itu apabila panjang menjulur terasa sakit, dan sepatu itu bertahan sampe kelas tiga, kadang diganti dengan sepatu yang bolong bila kehujanan ,dan sepatu itu sangat pas bila digunakan bersama sebedahnya karena bentuknya yang gemuk, merek sepatu Air Walk, dan sepatu ini sering di gunakannya karena bentuknya yang pas dengan pedal sepedah dan telapaknya sangat tebal sangat bagus bila di jadikan Rem. Apa bila hujan dia mengganti dengan sepatu lain yang sering di lipat bagian belakangnya yang diinjak dengan menggunakan tumit namun susah di gunakan menjadi Rem karena di Injak tumitnya kadang ketika kaki di belokkan ke belang sepatu tersebut seakan mau copot dan telapaknya tan tipis membuat kaki bisa panas bila mengerem mendadak dan bila melewati jalan yang terun kebawah apa lagi yang jaraknya jauh.

Dan akhirnya saya, Ardiansyah membeli sepatu dengan harga Rp 300.000 tahun 2009 setelah saya kumpulkan uang dari kerja 3 bulan telah lulus sekolah. Babut atau Purba diatas adalah cerita saya pribadi dan beberapa bulan berikutnya sepatu itu saya jual dengan harga Rp 75.000 karena saya sangat butuh uang untuk sesuatu hal, dan cara memakai sepatu itu saya injak bagian belakangnya dengan tumit karena saya membelinya terlalu pas dan terlalu semangat kala itu tanpa mecoba berulang-ulang. Merek sepatu yang pertama saya beli dari jaman SMP sampai SMK itu Macbeth Eliot berwarna hitam.

Dulu saya sangat senang melihat sepatu yang bagus Dari SD, bahkan SMP saya berani mencuri sepatu tersebut, saya salah satu orang yang memperhatikan sepatu-sepatu yang bermerek bahkan sepatu teman-teman, saya perhatikan, dan gara-gara itu teman-teman saya menanyakan sedikit percaya jika saya tahu masalah sepatu, karena saya suka iseng main ke distro-distro atau toko-toko sepatu dengan menggunakan sepedah saya walau tidak ada uang, yang penting saya masuk lihat harganya dan membayangkan kapas saya memiliki sepatu-sepatu tersebut, namun sekarang saya sering menggunakan sepatu kantoran ynag semi kulit karena kebutuhan. Dan sangat benar adanya karma, saya dulu mencuri sepatu orang lain dan sepedah kesayang saya pun hilang karena ulah saya sendiri di masa lalu.

sepatuku Rem sepedah ku dan juga penyalamat hidupku karena bila tidak ada sepatu mungkin sekarang seorang ardiansyah tidak dapat ada disini untuk bercerita, dan bila kalian tahu perjalan Bandung-Cimahi itu jalannya naik turun setiap saya memakai sepedah hampir mengalami kecelakaan apa lagi di jalanan yang terjal, karena sepedah saya sering sekali blong Remnya, padahal setiap pagi selali saya cek dan saya perbaiki namun tetap saja blong setelah di pakai, dan saya sadar itu bukan karena Remnya saja melainkan karena posisi bannya yang tidak terlalu bundar lagi jadi saya jarang menggunakan rem.

“walau kuku pada kaki ini masih saja sakit dan belah bila mulai memanjang namun saya bersyukur atas semua kisah sepatuku dan melalui itu banyak teman-teman yang mengenal saya dengan ciri khas yang cuek dan sangat percaya diri walaupun kumuh dan dekil karena setiap kali sampai di Sekolah baju seragam itu basah oleh keringat dan bau”

Advertisements

About ardiansyah pango darwis

I just need to learn every day to be the best, because i have a vision for my life ,because best is the best

Discussion

36 thoughts on “SEPATUKU REM SEPEDAH KU, PENYELAMAT HIDUPKU

  1. Cerita yg sangat berkesan 🙂
    Thanks for sharing ya….
    Btw nama panggilanmu siapa sih?

    Posted by ndutyke | May 11, 2012, 11:19 am
    • wah kalo di tanya itu sih banyak, kalo di keluarga panggilan kesayangan di panggil bebek, kalau di SMP di panggil Babut, Di SMK di panggil Purba, di Cimahi saya lebih di kenal dengan panggilan B.A .

      hehehe 😀

      Posted by ardiansyah pango darwis | May 11, 2012, 11:31 am
  2. haha…salut sama perjuangannya semasa sekolah :))

    Posted by puchsukahujan | May 12, 2012, 1:54 am
  3. keren…. kisah perjuangan hidup yang sangat menginspirasi… 😀

    Posted by kabutpikir | May 12, 2012, 9:21 am
  4. keren..

    Posted by Narasanga | May 13, 2012, 1:22 am
  5. menginspirasi 🙂

    Posted by dhila13 | May 15, 2012, 3:00 am
  6. hehe.. saya memang tidak tinggal di pegunungan tapi sekolahnya di daerah pegunungan yang tidak gunung banget #eh 😆
    ceritanya juga tidak terlalu manis 😀
    tapi bisa jadi cerita untuk anak cucu kita ya mas.. hehe
    salam

    Posted by tunsa | May 15, 2012, 3:15 am
  7. kereennn… jempol deh buat kamuh
    #betewe kamu panggilan kesayangannya bebek?? heh? kok bisa sama sih? aq jg dijuluki bebek ama sohib2 q…hehehe

    Posted by Mel Ara | May 15, 2012, 2:39 pm
  8. wow… like it 😀

    btw sepatu 300 ribu jadi cuma 75 rb??? ckckckckc… hehe

    Posted by anislotus | May 15, 2012, 11:24 pm
  9. kerennnnn ceritanya..
    perjuangan banget…

    Posted by Danni Moring | May 16, 2012, 5:24 am
  10. keren 😉

    Posted by Wahyu Eko Prasetyo | May 16, 2012, 8:21 am
  11. wah certanya panjang banget jadi males mau baca hihihih tak like aja deh

    Posted by Hanggar PS | May 16, 2012, 10:33 pm
  12. Salut sama Ardiansyah yang bisa menceritakan kisahnya dengan cara yang jenaka dan riang..

    Posted by Ni Made Sri Andani | May 17, 2012, 1:03 pm
    • terimakasih Made sudah mau membaca 🙂
      ini tulisan yang saya kirim untuk lomba , dengan tema inspirasi sepatu Dahlan Iskan (novel),
      minta Do’anya ya 🙂

      Posted by ardiansyah pango darwis | May 17, 2012, 3:31 pm
  13. kisah nya mantaf kang.. 😀

    Posted by nurhadi ngepop | May 19, 2012, 12:47 am
  14. sgt inspiratif.. 🙂

    Posted by Enny Ernawati | May 19, 2012, 1:52 pm
  15. kisah-kisah kang Ari nih sebenarnya mengharukan kalo dibacanya secara dramatis hehehe, tapi untunglah ditulis dengan riang dan bersemangat, jadi bacanya ikut senyum-senyum sambil terharu 😀

    Posted by elfarizi | May 22, 2012, 8:31 pm
  16. Semoga sukses dan kisahnya sangat inspiratif sekali.
    Pengalaman hidup harus dihargai sebagai jalana untuk menyemangati diri menjadi lebih baik dari semalam dan esok akan dirancang lebih baik dari hari ini. Masa lalu tentu meninggalkan kenangan yang bisa diambil teladan dan sempadannya.

    Senang membaca kehidupan masa lalu Ari.
    Salam ceria. 😀

    Posted by SITI FATIMAH AHMAD | May 24, 2012, 3:18 am
  17. Perjuangannya! Hebat!

    Posted by Falzart Plain | May 25, 2012, 11:38 pm
  18. waah,,, ceritanya asyik oiiy… 🙂
    berwarna-warni, perjuangannya juga keren. salut ma pejuangannya menuntut ilmu….
    kritiknya mungkin satu: puanjaaang heheh

    Posted by banin | May 26, 2012, 6:13 am
  19. keren kakak 🙂

    Posted by Ria Lyzara | July 1, 2012, 1:41 pm

NB : Mohon untuk kritikan dan masukannya ya agar postingan-postingan saya yang selanjutnya bisa lebih bermanfaat. lagi :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: