100
you're reading...
Ilmu Hari ini

Setelah Seminggu Menghilang


Assalaamua’laikum warahmatulaahi wabarakaatuh

apa kabar semua? kira-kira ada yang merindukan saya tidak ya setelah menghilang 1 abad :D. semoga para sahabat sehat ya tentunya, kalau ada yang sakit jangan di rasa anggap saja sehat 😀

entah saya mau cerita apa ya sekarang, tapi baiklah 1 minggu kemaren saya banyak benget deh dapat pelajaran dan sekarang saya mau share dikit aja ya soalnya mau tidur :).

dulu anak-anak banyak yang di doktrin dengan kata-kata oleh orang tuanya misalnya di suruh solat, mengaji atau belajar seperti membaca buku, dan tidur jangan malam, sampe makan pun harus di paksa  apakah itu berhasil? saya sih tidak tahu tapi  lihat saja apa yang terjadi dengan kita sekarang 🙂

setuju atau tidak gaya seperti itu masih di pake sampe sekarang apa lagi oleh mereka kaum yang menikah muda dan tanpa ilmu atau tidak belajar dari masa lalu, yang paling membuat saya geram adalah ketika mereka memarahi dan membentak anaknya di pinggir jalan bahkan di pukul.

saya sih belum punya anak tapi saya suka anak-anak dan memperhatikan mereka, dari smp saya sudah menjadi tempat penitipan anak-anak tetangga :), anak-anak itu paling ga suka di suruh iya kan, apa lagi kalu mereka lagi bermain, namun 1 hal kita harus mengajak mereka atau mencontohkan, dan ini yang saya terapkan kepada keponakan saya, ya walaupun sekarang saya jarang main kerumah kakak saya, ketika  saya solat saya ajak, ketika jam dia makan saya ajak dia masak, misalnya dia suka telur ya ayo masak dia yang ngocok telurnya, kalo dia suka ayam goreng ya dan susah di suruh makan ya saya ajak caranya memasak (ngangetin sampe wanginya keluar) bukan menyuruh makan.

ada hal yang paling susah dalah ketika mereka sekolah dan suka main ps dan di suruh belajar itu pasti susahnya minta ampun,dan setelah saya lihat bagaimana anaknya mau belajar atau membaca, orang tuanya saja saja jarang baca buku atau megang buku deh minimal serius ini  terjadi di sekitar saya, ya kalau tidak hobi baca buku minimal jadikan buku itu sebagai obat tidur dan tertidur sampe megang buku itu, agar terlihat sama sang anak.

dari pada di marah-marah atau di suruh-suruh nanti malah mental merka yang kena bahkan bisa jadi pesuruh, apa lagi kalo mereka balik bilang ke kita sebagai orang tua, “kamu kenapa ga solat? anak bilang papah sama mamah juga ga solat, kamu kenapa ga belajar? mamah sama papah juga ga belajar jawab sang anak. kamu kok ga belajar membaca, mamah juga ga pernah tuh akau lihat membaca, kamu kenapa merokok ? kan ikutin papah, papah jga merokok dan seterusnya”

coba kalau di balik, misalkan anaknya  ditanya sama orang lain, “kamu ko rajin solat? iya gara-gara mamah sama papah rajin solat, jawab sang anak. kamu ko pinter membaca,iya mamah sama papah baca buku setiap hari tuh,  jadi kebawa, saat teman-temannya bilang kamu tuh ga gaul ga ngeroko ah ga asik, mau,bagaimana lagi orang tua ku tidak mencontohkan merokok jawab sang anak, dll” nah kalu gini kan enak ke kitanya juga, memang secara teori susah tapi saya mencobanya ko walau belum punya anak :). dan bung Karno pernah bilang saran terbaik adalah contoh, kalau mau di balik kata-katanya artinya juga sama, contoh adalah saran terbaik 😀

selamat Malam semoga tidur nyeyak dan mendapatkan tidur yang berkualitas, nanti saya akan share tentang ini, setelah saya mengikuti seminar kesehatan kemaren.

 

Advertisements

About ardiansyah pango darwis

I just need to learn every day to be the best, because i have a vision for my life ,because best is the best

Discussion

16 thoughts on “Setelah Seminggu Menghilang

  1. wakhh contoh merupakan hal yg paling penting dalam mendidik generasi.. sipzz

    Posted by Mursyal | May 7, 2012, 4:33 pm
  2. intinya contoh adalah teladan yang bisa dipelajari anak secara langsung bukan hanya perintah atau suruhan yang bisa disebut teori 😛
    hahahahaha sotoy banget ni saiyah 🙂

    Posted by mygreatzone | May 8, 2012, 12:47 am
  3. berarti memberi contoh pada anak itu adalah hal yang setidaknya paling manjur untuk mendidik anak, ya gak ya gak ?? 😆
    hehe, maap kalo salah, wewewe 😀

    Posted by fauzanmm | May 8, 2012, 1:18 am
  4. kenapa tulisan mas ardian ini bijaksana sekali?
    karena mas ardian baru bertapa semingu lamanya. . . 😉

    kalau memang orang tua belum bisa memberi contoh yang baik kepada anak, mungkin sebagai saudara atau bahkan tetangga, kita bisa memberi si kecil pengertian untuk halhal yang lebih baik. 😉

    Posted by Idah Ceris | May 8, 2012, 3:46 am
  5. ya, memang teladan itu yang paling penting
    seperti dulu waktu Rasulullah menyuruh kaumnya untuk tahalul, gak ada yang mengerjakan
    lalu Rasulullah masuk ke kemah istrinya, dinasehatilah sama istrinya agar Rasulullah mencontohkan duluan

    alhasil, setelah dicontohkan akhirnya seluruh kaum mengikutinya
    di situlah pentingnya keteladanan 😀

    nice post

    Posted by puchsukahujan | May 8, 2012, 5:34 pm
  6. Assalaamu’alaikum wr.wb, Ardian…

    Pengalaman adalah guru terbaik kepada kita dan Ardian sudah mengalami pengalaman mendidik anak-anak walau belum kawin dan masih muda belia. Yang sudah kawin harus semakin mantap ilmu mendidik anak-anak ini.

    Pendidikan anak-anak ini tidak perlu berkahwin dulu Ardian. praktisnya harus dilaksanakan sebelum menikah. jadi sesudah bernikah dan jadi bapa maka praktisnya semakin mantap dan mematangkan.

    Wah… beruntung sih, perempuan baik yang bersuamikan Ardian, ilmunya sudah mulai diproses untuk dipraktiskan dalam dunia nyata kemudian hari. Salut ya. 4 jempol untuk manfaat ilmunya. 😀

    Anak-anak sangat bebas dalam dunianya dan tidak suka dikawal. kebijakan ibu bapa dalam memberi contoh akan memberi dampak yang besar kepada kemenjadian anak-anak. Ibu bapa adalah role model dan contoh teladan paling dekat dengan anak-anak. Didiklah mereka dengan kasih sayang.

    Salam sejahtera dan sukses selalu. 😀

    Posted by SITI FATIMAH AHMAD | May 10, 2012, 2:07 pm
    • Aamiin Ya rabbal alamin
      semoga bahagia ya wanita tersebut :D, wah di kasih 4 jempol ga terbayang bunda harus sampe mengangkat kedua kakinya untuk memberi jempol hehehe :D,
      iya bund saya dari kecil suka di suruh itu, bahkan saya punya 2 orang adik yan usianya beda 12 tahun kalau mamah saya kerja ada panggilan untuk nyuci saya yang merawat mereka, dari ngasih makan, nyebokin dan tidurin, apa lagi sibungsu kalau tidur harus di bawa jalan-jalan dulu sambil di gendong barulah dia tidur :).
      terutama itu semua saya lakukab karena memang saya suka anak-anak dan kakak saya pun sekarang bila mau belanja, anaknya yang baru berusia 3 bukan dititipkan ke saya, dan kakak saya senang bila saya datang ke rumahnya karena dia bisa keluar dan belanja sampe beberapa jam lamanya>
      ini lah nasib anak laki2 yang suka dititipin anak 😀

      Posted by ardiansyah pango darwis | May 11, 2012, 12:31 am
  7. Curang. Mau komentar tapi udah ada yang komentar begitu duluan. 😦

    Posted by Falzart Plain | May 25, 2012, 11:41 pm

NB : Mohon untuk kritikan dan masukannya ya agar postingan-postingan saya yang selanjutnya bisa lebih bermanfaat. lagi :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: