100
you're reading...
olahraga jari

jujurlah


jujur lah,

aku paling benci melihat keangkuhan yang ada di dalam canda tawa itu, aku muak melihat sosok mu yang nampak tegar namun rapuh di dalamnya

kalau boleh jujur

aku pun ingin bercerita ke padamu , bercerita tentang impian-impian ku, terbuka tentang diriku, isi pikiran ku pada mu,

namun itu jadi terhalang oleh sikapmu yang menutup diri tentang kisah mu, bagai tembok yang tak nampak namun menahan langkah dan pandangan, bagaimana kita mampu melangkah bila salah satu di antara kita masih tertutup, sosok yang melangkah bersama namun aku tak mengenal dirinya, hanya jasad yang berjalan di sampingku, sosok yang mempunyai visi namun tak tahu isi hati masing-masing

aku setuju kau selalu bilang bahwa impian itu jangan tergantung oleh orang lain, namun ini faktor yang membuat ku gelisah, kalau boleh jujur aku pun ingin berbincang-bincang banyak dengan mu, menceritakan apa yang terjadi pada kehidupan ku, hari-hariku, dan tak mau menutupi itu semua darimu

aku pun suka iri melihat mereka yang bisa tertawa lepas dengamu, kamu tahu diri mereka dan sebaliknya, namun entah mengapa ketika kita berdua seakan ada yang tertutupi entah itu apa yang aku sendiri tak tahu

mungkin iya ketika kau ada masalah dan kau langsung intropeksi diri dan tak mau menceritakannya pada orang lain, apakah kau pernak itropeksi tentang hal ini kawan

untuk mu semoga kau bisa membaca ini karena aku pun tak berani untuk membicarakan hal ini

Advertisements

About ardiansyah pango darwis

I just need to learn every day to be the best, because i have a vision for my life ,because best is the best

Discussion

20 thoughts on “jujurlah

  1. semoga sampai ke targetnya ya sob,, hehe,,,

    Posted by Rio | February 16, 2012, 5:33 pm
  2. Ada kalanya orang tak mau berbagi apa yang ia rasakan … tak bicara bukan berari tak jujur 🙂

    Posted by elfarizi | February 16, 2012, 5:41 pm
  3. ehm..mungkin lebih kepada saling percaya dan terbuka, tapi kalau itu tidak ada rasanya sulit untuk melangkah bersama menuju mimpi indah 🙂

    Posted by Triwahyuni | February 16, 2012, 5:41 pm
  4. hmm.. 🙂 saya setuju dengan elfarizi. memang ada kalanya seseorang belum mau berbicara, mungkin karena waktu yang kurang tepat atau takut merepotkan atau bagaimana..

    Posted by tuaffi | February 16, 2012, 6:37 pm
  5. Saran saya, jangan terlalu lama dipendam. Lebih baik sampaikan langsung di momen yang tepat.

    Posted by Falzart Plain | February 16, 2012, 10:25 pm
  6. katakan padanya, karena manusia tidak tau yang ghoib – kalau tak bisa mengatakannya suruhlah ia baca tulisa ini d(^o^”)

    tetep semangat

    Posted by Eko Wardoyo | February 16, 2012, 11:04 pm
  7. kalau tidak memulai ,tak akan terjadi

    Posted by Dyens Uzumaki | February 17, 2012, 3:06 am
  8. terkadang ada yang lebih senang menyimpannya sendiri dan tdk ingin berbagi dgn orang lain… bukan berarti ngga jujur kan?

    Posted by misstitisari | February 17, 2012, 4:29 am
  9. Bilang saja langsung, “aku ingin dekat denganmu”. 🙂

    Posted by Asop | February 18, 2012, 3:55 am
  10. hikmahnya adalah keterbukaan diri ,,,
    hmm,, sometimes, banyak yang merasa nyaman dengan tanpa menceritakan kisahnya kepada orang lain,,

    setidaknya, kita bisa menghargai sikap itu untuk belajar jujur terhadap diri sendiri ,,, ^_^

    Posted by Shafiqah Adia Treest | February 18, 2012, 4:26 am

NB : Mohon untuk kritikan dan masukannya ya agar postingan-postingan saya yang selanjutnya bisa lebih bermanfaat. lagi :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: