100
you're reading...
olahraga jari

Aku, Kakakku bersama Pelangi


hujan itu sangat deras dia malah senang dan keluar untuk membiarkan tubuhnya di guyur hujan, tak perduli dingin atau kerasnya tetesan hujan itu yang penting dia bahagia setiap hujan datang.

bahkan saat hujan badai datang dia sangat gembira dan akan menyiapkan diri untuk menghadapinya,dia bahkan menarikan tarian untuk menyambut hujan badai tersebut,banyak penduduk yang memanggilnya anak hujan.

ketika di tanya kenapa kamu selalu bahagia segitunya jika ada hujan atau badai? anak itu menjawab karena aku menunggu kakak ku datang, yang telah pergi bersama tsunami beberapa tahunΒ  silam, kala itu aku sedang pergi bersama ayah dan ibu dan dia sedang sekolah.

dan aku bahagia ketika datang hujan bahkan badai karena aku merasa kakaku datang menemaniku menari dan bermain bersama hujan. dan kakaku sering berteriak di bawah hujan sambil kami bermain,

“berbahagia lah adikku ketika hujan atau badai datang meski mengancurkan kota, karena setelah itu kamu akan melihat pelangi yang sangat indah akan keluar bersama warna-warnanya yang akan begitu nampak jelas”.

Advertisements

About ardiansyah pango darwis

I just need to learn every day to be the best, because i have a vision for my life ,because best is the best

Discussion

22 thoughts on “Aku, Kakakku bersama Pelangi

  1. Seperti apa yang dijanjikan Tuhan … Dia tak pernah menjanjikan langit selalu biru, bunga selalu mekar, dan matahari selalu bersinar. Tapi Dia selalu memberi pelangi di setiap badai, senyum di setiap air mata, dan jawaban di setiap doa πŸ™‚

    Posted by elfarizi | February 4, 2012, 12:15 pm
  2. mas itu bagaimana caranya menambahkan background pelangi di di tulisan ini? πŸ™‚

    Posted by jarwadi | February 4, 2012, 1:02 pm
  3. semangat!!

    Posted by yisha | February 4, 2012, 1:05 pm
  4. adik semoga kelak ,kau bertemu dgn kakamu di surga ,

    Posted by Dyens Uzumaki | February 4, 2012, 8:48 pm
  5. Ada nikmat di balik sengsara πŸ™‚

    Posted by zalzzz | February 4, 2012, 11:33 pm
  6. mau komen, selalu hilang, tergoda oleh indah backgoundnya..

    Posted by Sayyidah 'Ali | February 5, 2012, 1:41 am
  7. Assalaamu’alaikum wr.wb, Ardian…

    Tersentuh hati membaca bait-bait kata yang tersusun penuh menjiwai. Kehidupan ini jarang memberi kita “kegembiraan” kerana lelah dengan kepayahan yang harus diusahakan dengan tabah dan berani.

    Pelangi tidak semestinya muncul selepas hujan jika mentari tidak menyapa di hujung langit. Ternyata penantian adalah satu penyiksaan yang harus dilalui dengan sabar. Mungkin surga tempat pertemuan terbaik setelah berpisah tanpa sebarang pesan. Aamiin.

    Salam ceria.

    Posted by SITI FATIMAH AHMAD | February 5, 2012, 8:36 am
  8. duhai hujan… datanglah padanya yang merindukanmu.. πŸ™‚

    Posted by citalentera | February 5, 2012, 2:36 pm
  9. karya sastra yang sangat menyentuh..

    Posted by Ni Made Sri Andani | February 5, 2012, 3:04 pm
  10. ahh…pelangi itu begitu indahnya….!
    smoga tidak membawa kesedihan buat yg melihatnya…..
    happy blogging !

    Posted by bensdoing | February 6, 2012, 1:30 am
  11. saya terharu merenungi postingan ini…

    Posted by Falzart Plain | February 6, 2012, 4:23 pm

NB : Mohon untuk kritikan dan masukannya ya agar postingan-postingan saya yang selanjutnya bisa lebih bermanfaat. lagi :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: